Nggak Mau Kalah Ngeluarin Fitur Baru, Akankah Snapchat Dilirik Kembali?

January 4, 2018 |
Trend 0 Comment

Snapchat adalah cikal bakal dari fitur yang sekarang lagi dikembangin banget oleh Instagram dan Facebook; Story. Berarti inovatif, kan? Sejak awal kemunculannya, marketer di seluruh dunia udah memikirkan cara-cara gimana biar platform yang satu ini bisa dimanfaatkan dalam kegiatan pemasaran digital mereka. Sayangnya di Indonesia, sepertinya nggak terlalu berhasil. Penggunaannya sebatas pakai filter ‘anjing melet’ (you know what I’m talking about, right?), nggak heran kalo sekarang udah mulai ditinggalin.

Tapi tentu aja nggak mau kalah sama pesaing-pesaingnya, Snapchat juga ngeluarin banyak fitur-fitur, dari mulai yang emang inovatif sampe yang kontroversial. Bahkan di penghujung 2017 lalu, Snapchat juga ngeluarin fitur yang secara langsung bermanfaat buat brand, salah satunya sponsored animated filter.

Per Desember kemarin, user bisa ngeliat bentuk filter baru yaitu moving atau animated text dan stickers. Lewat fitur baru ini, Snapchat membuka kesempatan brand untuk kerja sama. Apalagi menurut Snapchat, ada 125 juta Snaps dengan filter yang dilihat setiap jamnya, dan interaksi antara teman adalah yang paling banyak terjadi serta merupakan influencer yang paling sukses dalam membangun purchase intention, menurut 87% users Snapchat.

Branding filter emang bukan hal baru dalam Snapchat. Baik Snapchat maupun brand udah sama-sama mencari keuntungan lewat kerja sama yang udah terjalin baik dalam bentuk filter biasa atau geo-filter, yang mengikuti lokasi seseorang. Tapi animated filter ini adalah hal baru yang lebih interaktif.

Bicara soal geo-filter, Snapchat juga sekarang punya Context Card. Jadi begitu Kamu memotret suatu lokasi, akan muncul penjelasan tenteng lokasi tersebut. Fitur ini memungkinkan user untuk booking tempat itu berkat kerja sama Snapchat dengan Uber dan OpenTable.

Keren ya? Walau kemungkinan fitur Context Card ini belum akan bekerja maksimal sih di Indonesia, tapi Snapchat sudah berusaha bekerja sama dan berinovasi untuk platform yang lebih baik lagi ke depannya. Kira-kira user dan brand di Indonesia mau kembali memanfaatkannya nggak, ya?

 

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *