Big Data, Masa Depan Periklanan Online

September 24, 2017 |
Trend 0 Comment

“Big Data” adalah istilah yang lagi sering banget muncul dan dibahas di berbagai seminar marketing, dan publikasi-publikasi yang ngebahas perannya di dunia periklanan online. Istilah ‘big data’ sendiri nggak hanya mewakili data yang berupa jumlah, referensi, atau jangkauan; namun juga mencakup tantangan, kemampuan, dan kompetensi yang diasosiasikan dengan analisis data dalam jumlah besar.

Big-data-driven decision making juga mulai dilakukan banyak jenis bisnis, terutama startup yang sudah establish. Tapi bukan berarti bisnis konvensional nggak bisa mengimplementasikan big data pada proses marketing-nya, justru potensinya semakin terbuka.

Sebelum lebih jauh ngebahas big data, coba pahami dulu perkembangan teknologi dalam beriklan. Sekarang, beban marketers makin bertambah seiring munculnya berbagai platform iklan baru yang menyebabkan mereka harus cepat beradaptasi. Sebagian orang beranggapan bahwa dunia periklanan akan perlahan memudar, tapi ada juga yang yakin bahwa dengan revolusi teknologi, dunia periklanan online akan terus berkembang dengan banyak fungsi dan manfaat yang ditawarkannya.

Beriklan online bermodalkan data punya kunci yang sangat penting, yaitu meyakini bahwa nggak ada data yang ‘besar’, melainkan data yang ‘benar’.

Big data adalah kumpulan dari data yang ‘benar’, yang jumlahnya sangat banyak dan dapat dimanfaatkan untuk mengomunikasikan voice dan image dari brand secara tepat.

Menggunakan big data berarti menggunakan informasi yang sudah dipasrahkan pada kita dengan baik dan bertanggungjawab, dan jangan lupakan prioritas utama untuk menjaga privasi dan keamanan pelanggan, salah satunya dalam menjaga ke-anonimitas-an pelanggan.

Tahun ini, tepatnya pada 7 Agustus 2017 lalu, Bank Indonesia telah sepakat untuk menyiapkan pemanfaatan big data demi memaksimalkan potensi digital di Indonesia. Sumber data yang digunakan berupa data transaksi dan perdagangan bisnis online (e-commerce). Nantinya, para marketer bisa mengakses referensi barang yang disukai, jumlah pengguna atau penyuka barang tertentu, dan range umur pelanggan.

Kalo ngomongin soal keuntungan, marketers bisa menggunakan data untuk menyusun strategi marketing yang lebih baik dan komprehensif yang bakal menghasilkan rencana campaign atau activity yang efektif dan efisien. Strategi yang dihasilkan juga lebih detail untuk mendapatkan ROI karena relevansi yang tepat menggunakan data. Makanya, yuk mulai manfaatkan big data untuk memperkuat strategi marketing-mu! Be sure to use it wisely guys!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *