Berguna, namun punya sisi yang berbahaya. Inilah Wearable Device.

July 25, 2017 |
Business 0 Comment

Hype yang ditimbulkan teknologi wearable benar-benar tidak terbatas, data dari CSS Insight
menyebutkan bahwa industri teknologi wearable diproyeksikan bernilai 25 triliun USD pada tahun 2019, dan 60% diantaranya berasal dari smartwatch.

Pertumbuhan itu juga merevolusi cara orang terhubung melalui perangkat cerdas, yang juga telah terbukti memengaruhi industri kesehatan dan fashion.

Satu sisi, wearable device seperti smartwatch yang sudah dirilis beberapa brand ternama, memudahkan kita untuk memonitor detak jantung. Namun, meskipun permintaan makin banyak, teknologi wearable masih jauh dari kata sempurna dan masih dalam masa pertumbuhan.

Seorang pakar bernama Dr.Rajan Pandey mengemukakan pendapatnya tentang bahaya wearable devices. Pada pernyataannya, Dr. Pandey mengungkapkan bahwa banyak wearable devices untuk fitness belum melewati tahap pengetesan, tidak ilmiah, dan bisa menimbulkan anxiety.

Inovasi terbesar di dunia kesehatan, sekaligus membuka potensi berbahaya dan risiko yang besar.

Radiasi Elektro-Magnetik (EMR) dan sinyal radio yang dilepaskan secara terus menerus oleh wearable ini, telah menjadi salah satu bentuk polusi yang paling beracun dan masalah kesehatan serius. Beberapa negara bahkan sudah mengkategorikan EMR sebagai racun lambat.

Privasi dalam kantor menipis, inikah kemajuan teknologi?

Selain dari sisi kesehatan, potensi berbahaya muncul dari beberapa pihak yang merasa bahwa privasinya tidak aman lagi sejak menggunakan wearable devices. Diawali dari pengakuan luas bahwa kesejahteraan karyawan dapat meningkatkan produktivitas, banyak perusahaan yang mulai memberikan fitness tracker pada karyawannya.

Kesempatan itu digunakan perusahaan untuk mengambil data karyawannya untuk memonitoring apa saja kegiatan karyawan dan efektivitas pekerjaannya. Sudah pasti, hal itu menjadi perdebatan tentang etika dan privasi di ranah kantor.

Perusahaan bisa tahu kapan karyawannya efektif bekerja dan bermalas-malasan dari data detak jantung yang dikirim oleh wearable devices. Beberapa perusahaan bahkan bisa mengakses device yang terkoneksi dengan wearable, seperti laptop atau handphone milik karyawan.

smartwatch

Tentunya, teknologi ini tidak akan hilang begitu saja dan akan terus berkembang. Namun ada baiknya bila semua pihak membatasi akses untuk terhubung ke perangkat mereka. Jangan biarkan tubuh dan privasi anda terekspos secara berlebihan.

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *