Lupakan Password, Beralihlah pada Teknologi Biometrik

March 5, 2015 |
Technology 0 Comment

Yakin akun Anda aman dengan password yang digunakan sekarang?

Walau telah lama digunakan sebagai metode untuk dapat mengakses akun yang Anda miliki, password dapat dengan mudah dibobol, salah satunya disebabkan kelalaian pemilik akun.

Saat diminta untuk memasukkan password yang unik dan terdiri dari huruf dan angka, banyak pemilik akun yang tidak melakukannya. Itu artinya membiarkan akun mereka dalam keadaan rentan untuk di hack.

Hal ini menjadi perhatian perusahaan teknologi dunia dengan menawarkan beberapa pendekatan teknologi baru, salah satunya teknologi biometrik.

Teknologi biometrik menggunakan karakteristik tubuh sebagai akses satu-satunya dalam mengaktivasi akun atau gadget kita, seperti wajah, iris mata, suara, sidik jari, bahkan irama jantung!

Beberapa perusahaan yang telah melakukan pengembangan teknologi biometrik diantaranya:

  • Qualcomm, perusahaan yang memproduksi chip untuk android, baru-baru ini meluncurkan Snapdragon Sense ID, sensor menggunakan gelombang suara yang dapat membaca sidik jari Anda walaupun kotor tertutup keringat atau lotion.
  • Intel dengan TrueKey yang memiliki kemampuan face recognition dan scan sidik jari
  • Apple yang telah lebih dulu merilis Touch ID, teknologi sensor sidik jari untuk iPad dan iPhone-nya.

Kemudahan dalam pemakaian teknologi biometrik menjadi masa depan dalam menjaga keamanan akun, teknologi password dianggap telah usang dan tidak relevan.

“Apple telah berhasil membuktikan efektivitas teknologi biometrik dari banyaknya masyarakat yang menggunakan teknologi ini, karena kemudahannya,” ungkap Wisniewski, penasihat keamanan Sophos.

Namun terdapat perbedaan pendapat antara mereka yang mendukung penggunaan password dengan mereka yang mendukung penggunaan teknologi biometrik.

Di samping segala kekurangannya, password dianggap tetap berfungsi baik, asalkan digunakan dengan cara yang tepat.

Sedangkan teknologi biometrik memiliki kemampuan untuk hanya memberikan akses bagi pengguna yang autentik.

Kemudian timbul pertanyaan, apakah perusahaan penyedia layanan keamanan akun yang menggunakan teknologi biometrik dapat menjaga data biometrik yang dimiliki penggunanya dengan baik?

Hal ini menjadi paradoks ketika teknologi biometrik yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan akun, malah menciptakan ancaman keamanan yang baru.

Tapi itu semua kembali kepada pilihan Anda dalam menjaga keamanan akun.

Sebenarnya ada beberapa langkah untuk meminimalisir ancaman hack terhadap akun kita jika kita masih menggunakan password, diantaranya dengan mengombinasikan huruf dan angka pada tiap password, menggunakan kata-kata yang tidak familiar, dan jangan sekali-kali mencantumkan hal yang berhubungan dengan data pribadi sebagai password.

Selain itu dapat juga menggunakan password managers, yaitu kunci digital yang mampu menghasilkan password yang unik dan kuat.

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *