YouTube Coba Pendekatan Iklan Baru

December 9, 2017 |
Story 0 Comment

Setelah beberapa tahun terakhir YouTube dianggap punya kebijakan iklan yang merugikan kreator maupun viewers, sekarang ada kebijakan baru dari Susan Wojcicki selaku CEO YouTube yang membatasi konten video dalam menampilkan iklan dan screening konten yang pantas untuk pihak pengiklan. YouTube akan melindungi pengiklan dari video yang abusive dan mengeksploitasi viewers.

Contoh konten video eksploitatif yang bermasalah adalah video yang nggak pantes ditonton anak-anak dan video propaganda. Karena lemahnya regulasi penempatan iklan, pihak pengiklan bisa nggak sengaja menaruh iklannya di video-video eksploitatif tersebut.

Awalnya sih, bulan lalu ada yang melaporkan konten video yang mempertontonkan karakter animasi melakukan adegan tidak senonoh. Setelah ditelusuri, ada banyak banget konten serupa dan bisa ditonton oleh siapapun, bahkan nggak ada age restriction dan muncul di YouTube Kids app.

YouTube mengambil langkah dengan menghapus channel yang dilaporkan oleh sistem, dan kebanyakan emang channel yang udah punya subscribers ratusan ribu dan rutin meng-upload konten tidak senonoh. Dan sejak ditemukannya banyak channel serupa, pihak pengiklan mulai memikirkan ulang strategi video marketing-nya di platform YouTube.

Banyak brand yang takut akan diasosiasikan dengan kreator yang salah atau bahkan dianggap bekerja sama dengan channel yang nggak senonoh. Untungnya Wojcicki sigap dalam menangani kasus ini. Dia mengatakan kalo Google akan mempersiapkan tim khusus untuk memantau konten dan menjaga agar pihak pengiklan bisa menempatkan iklannya pada konten dari kreator yang tepat. Nggak main-main, tim khusus tersebut akan berjumlah 10,000 orang!

Yaa, gimana lagi, YouTube selama ini menggunakan machine-learning yang dianggap bisa memudahkan proses seleksi konten video yang cocok dengan regulasi, tapi dengan kapasitasnya yang sekarang, rasanya masih kurang untuk mempercayakan seluruh proses review konten ke sistem otomatis.

Memang harus ada tim review yang memantau konten secara manual, supaya pihak pengiklan dan kreator sama-sama mendapat keuntungan tanpa keluar dari regulasi yang udah ditentuin. Sebagai seorang marketer, gimana pendapatmu soal yang satu ini? Share yuk!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *