Cara Catchy Brand Underground Mencari Pelanggan Setia di Instagram

November 8, 2017 |
Story 0 Comment

Kalo ngomongin digital marketing, pasti banyak orang yang pikirannya langsung menuju ke media sosial, walaupun digital marketing bukan hanya ngurusin media sosial doang. Soalnya media sosial emang adalah medium modern yang efektif buat meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan audiens terhadap brand, sih. Apalagi kepemilikan media sosial bagi brand kini udah merupakan keharusan, jadi nggak heran kalo banyak brand yang menaruh perhatian lebih terhadap akun media sosial mereka.

Nah, berkat media sosial, banyak brand-brand yang sebenernya nggak terlalu kedengeran di komunikasi massal dan nggak terlalu besar di trade channel, bisa tetep bertahan karena punya pelanggan setia yang kegaet dari akun media sosialnya. Beberapa brand yang kayak gitu juga ada di Indonesia, lho!

Pernah dengar brand Panty-o dan TOR? Dari namanya udah bisa nebak kan brand apakah itu. Yup, celana dalam, saudara-saudara! Ini bukan daleman yang fancy kayak Victoria Secret ato Calvin Klein, melainkan disposable panty yang biasa Kamu temukan di swalayan terdekat. Tapi Instagramnya bener-bener dibawa fun dan nggak mencerminkan pemasaran celana dalam pada umumnya, in a good way! Dalam tiap-tiap image-nya, Panty-o dan TOR menggambarkan produknya di dalam aktivitas yang bisa dilakukan dengan Panty-O atau TOR, bukan hanya soal fashion dan kenyamanan.

Lalu ada makeup brand. Makeup brand adalah salah satu yang gampang untuk ditampilkan lebih sophisticated dalam media sosial. Di sini, ada makeup brand asal Arab Saudi, Elizabeth Helen, yang memiliki media sosial yang menarik. Elizabeth Helen ini nggak bisa dibilang brand populer yang ada dimana-mana, malah bisa dibilang termasuk underground dalam hal pemasaran. Brand ini terkenal karena pemasaran mouth to mouth dari orang-orang yang abis belanja di Timur Tengah sana, lalu saking terkenalnya, sekarang sudah masuk ke drugstore di mall-mall. Mengikuti, konten media sosialnya cantik dan bersih yang bahkan brand ternama pun jarang punya konten visual sebagus itu. Dari situ, Elizabeth Helen berhasil menggaet audiens yang potensial buat menjadi pelanggan setianya.

Selain itu ada lagi media sosial dari Nano Nano dan Jesscool yang jago banget menyesuaikan diri dengan target audiensnya. Selain feed mereka enak dilihat, kontennya pun dikemas dalam bentuk komik dan karakter kartun yang lucu sehingga bisa engage audiens dengan baik.

Jelas, pemasaran lewat Instagram itu paling cocok buat menyasar kalangan muda, jadi sisi kreatifnya juga harus menyesuaikan, dong. Punya feed Instagram yang, kalo kata anak sekarang mah, aesthetic udah wajib hukumnya. Terus gimana konten Instagram bisa membentuk pelanggan yang setia? Pelanggan yang udah pernah melakukan purchase, akan semakin tertarik untuk terus engage apabila brand punya akun media sosial yang menarik buat mereka. Engagement ini bisa menarik pelanggan untuk melakukan repeat purchase. 

Ingat, kuncinya ada tiga: konten yang indah, menarik, serta engaging. Jadi, sudah siap mencari pelanggan setiamu?

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *