A/B Testing Copy Content untuk Maksimalkan Marketing-mu

November 29, 2017 |
Story 0 Comment

Jangan pernah menganggap remeh copy content yang ada di media sosial, landing page, atau halaman website brand-mu. Sebagai digital marketer, Kamu tentunya harus mendapatkan hasil engagement/ reach yang maksimal dengan melakukan optimisasi copy content. Cara yang efektif? Salah satunya dengan metode A/B testing.

A/B testing untuk copy content adalah eksperimen membandingkan dua copy content satu sama lain, dan melihat mana content yang mendapat engagement/ reach lebih baik, lalu mengimplementasikan treatment copy content yang lebih baik tersebut.

Misalkan aja nih, Kamu punya ide kreatif untuk menggunakan 2 jenis copy content yang bentuk dan targetnya mirip, yang satu menggunakan bahasa casual sedangkan satunya menggunakan bahasa casual dengan diksi kekinian. Kemudian Kamu posting untuk mengetahui konten mana yang menghasilkan lebih banyak reach dan engagement, terus hasil copy content dengan menggunakan bahasa casual dan diksi kekinian lebih tinggi reach-nya.

Untuk lebih jelasnya, coba liat deh penggambaran A/B testing atau split testing dari Facebook ini:

* Campaign adalah pengelompokkan adset yang bisa kamu buat.

* Kamu bisa membuat beberapa adset dalam 1 campaign.

* Di bagian adset, Kamu bisa mengatur budget dan jadwal publikasi konten. Kamu juga bisa mengatur targeting dan penempatan konten pada device tertentu.

* Split test ad bisa digunakan untuk teks, video, gambar, atau tautan halaman website yang berbeda-beda.

Split test atau A/B testing udah terbukti bisa ngasih solusi untuk tipikal konten seperti apa yang lebih efektif, cocok, dan meningkatkan engagement/ reach brand-mu.

Step-by-step secara lengkapnya tentang A/B testing bisa kamu cek di halaman Ads Manager atau tools lain. Intinya sama kok, Kamu merilis dua konten yang berbeda untuk target audiensmu, dan mencari konten mana yang lebih efektif.

 

A/B testing copy content adalah strategi yang dijalankan dalam menentukan copy seperti apa yang bisa menghasilkan reach dan engagement yang lebih baik.

Apalagi di dunia digital yang sekarang bertabur visual yang memanjakan mata, jangan kesampingkan copy content sebagai prioritas kesekian. Justru dengan memaksimalkan A/B testing, Kamu bisa menghasilkan impact yang tinggi dari produksi copy content-mu.

Sesuai dengan namanya, A/B testing adalah strategi dalam bentuk eksperimen dan sifatnya menguji, bukan melakukan strategi yang udah terbukti efektif sebelumnya. Keuntungan mengimplementasikan A/B testing adalah cost yang relatif sedikit karena hanya memproduksi dua atau beberapa konten yang sejenis yang treatment-nya nggak terlalu berbeda. Berbeda dengan campaign yang membutuhkan budget besar untuk mencapai KPI (Key Performance Indicator), A/B testing mengukur tipe konten seperti apa yang lebih efektif.

Nah, tapi jangan implementasikan A/B testing copy content-mu selamanya, cukup sampai Kamu tau tipe content yang efektif dan bisa menghasilkan engagement/ reach yang tinggi.

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *