5 Manfaat Psikologi Warna untuk Mendongkrak Pemasaran Digitalmu

September 20, 2017 |
Opinion 0 Comment

Psikologi warna udah lama digunakan dalam desain pemasaran. Apalagi kalo Kamu anak desain, pasti ngerti betapa pentingnya pemilihan warna yang tepat untuk pemasaran. Ada masalah psikologis di belakangnya yang membuat warna bisa menentukan apakah target akan tertarik dengan barang atau jasa yang ditawarkan brand atau tidak. Kamu pasti nyadar kalo brand-brand itu pasti punya warna khasnya tersendiri, terutama banget bisa kelihatan dari logonya, dan mereka yang berhasil memanfaatkan psikologi warna ini biasanya memiliki branding yang kuat.

So how does it work? Setiap warna punya ‘kepribadian’. Coba lihat bagan simpel di bawah ini, deh!

color emotion guide

Credit of The Logo Company

Nah, gimana dengan dengan brand-mu? Udah manfaatin warna untuk pemasaran digital belum? Harus banget sih kamu aplikasikan, misalnya untuk desain website atau feed Instagram, kalau mau mendapatkan 5 manfaat ini:

1. Mempengaruhi Emosi

Taukah Kamu, bahwa ada warna yang bisa menyebabkan rasa lapar? Yup, warna merah dan kuning secara psikologis dapat membuat yang melihat merasa lapar, lho. Jadi bisa dilihat kalau McDonald is in the right track, ya. Kalo Kamu punya brand kuliner dan mau menggugah emosi audiensmu, bisa dicoba nih, pake warna kuning atau merah sebagai tone media sosial dan warna utama desain website-mu. Namun ingat ya, warna merah juga memberikan pendekatan agresif, jadi pintar-pintar dalam memilih warna untuk mempengaruhi emosi audiens.

2. Mudah Dikenali

Warna biru menunjukkan kepercayaan, nggak heran banyak banget bank yang pakai warna ini. Karena itu, ketika ada bank lain yang pakai warna berbeda, misalnya merah atau kuning, jadi gampang banget deh dibedain dari bank lain, dan orang langsung tau, bank apakah yang memakai warna tersebut.

3. Kedekatan dengan Audiens

Kedekatan di sini maksudnya bukan brand lama yang sudah ngelotok banget di pikiran netizen dan jadi dekat dengan audiensnya ya. Dengan pilihan warna yang tepat, Kamu bisa mendapatkan kedekatan emosi dengan audiens. Misalnya warna pink mudah menarik perhatian audiens yang feminim, warna hijau dekat dengan netizen yang materialistik, dan warna emas disukai mereka yang glamor. Emang nggak ada ilmu pastinya sih, tapi Kamu bisa menjadikan hal-hal ini sebagai rujukan.

4. Terlihat Konsisten

Dengan memiliki warna khas dan digunakan secara konsisten pada semua kanal digitalnya, sebuah brand bisa mendapat kepercayaan dari konsumennya. Sebuah brand yang konsisten memberikan pesan dengan tone warna yang sama akan lebih mudah menentukan arah dan meyakinkan audiens.

5. Aesthetic

Well, dengan pemakaian warna yang konsisten dan tepat peruntukannya, pastinya konten media sosial dan feed Instagram Kamu jadi bagus, dong? Efeknya pemasaranmu jadi makin oke deh, dan brand-mu terlihat lebih bonafide.

Jadi sekarang udah tau ya, bahwa psikologi warna tetap sangat bermanfaat buat pemasaran di dunia digital ini. Nggak hanya penting untuk logo, tapi juga untuk keseluruhan identitas brand. Udah siap dong, untuk mengkonsistenkan penggunaan warna dalam pemasaran digitalmu? Jangan lupa ngobrol dengan orang creative dalam tim Kamu untuk dapetin solusi yang tepat! Good luck!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *