Rebut Perhatian Audiens dengan Infografik

March 6, 2015 |
Creative 0 Comment

Banyak yang mengatakan bahwa menyampaikan konten melalui media visual akan lebih efektif. “Picture says a thousand words” begitu katanya.

Akan tetapi media visual pun butuh adanya tambahan penjelasan dari kata-kata yang mampu mendeskripsikan maksud dari konten yang dibuat.

Penggunaan kata, gambar, video harus dipadukan secara proporsional agar tidak menonjolkan keindahan dari segi visual saja, tapi juga informatif.

Melalui infografik jawabannya.

Para marketer memanfaatkan infografik dalam merangkai konten dan informasi untuk mendapat perhatian dari target audiensnya.

Survey tahun 2014 membuktikan tren penggunaan media visual pada konten meningkat;

  • penggunaan video meningkat dari 8% menjadi 58%,
  • penggunaan infografik meningkat dari 9% menjadi 52%
  • Penggunaan platform yang interaktif seperti Brainshark dan Slideshare juga meningkat sebaesar 21% menjadi 28%

Survey tersebut memang membuktikan efektivitas penggunaan infografik dalam konten, tapi bagaimana caranya membuat infografik yang efektif?

Caranya adalah dengan menyesuaikan jenis infografik dengan konten yang ingin dimasukkan.

  • Infografik yang berisi data

Penggunaan grafik menjadi mutlak dalam infografik ini, sesuaikan kebutuhan grafik dengan data yang ingin ditampilkan!

Grafik balok, digunakan untuk menampilkan perubahan besaran nilai data dari waktu ke waktu

Grafik pie, untuk menampilkan perbandingan besaran nilai dari satu bagian utuh data

Grafik garis, untuk menampilkan perubahan nilai dalam periode waktu

  • Timeline Infographic

Digunakan untuk memperlihatkan sejarah perjalanan perusahaan, produk, brand, tren atau strategi dari waktu ke waktu.

Beberapa cara dalam membuat timeline infographic diantaranya:

Riset

Penting karena tipe infografik ini bukan untuk fungsi estetika semata, tapi untuk menyampaikan sesuatu berdasarkan sejarah dan perjalanan. Indah bagus, informatif harus!

Persempit ruang waktu

Periode waktu yang panjang memang memastikan lengkapnya data, namun membutuhkan riset yang panjang dan tidak sebentar.

Gunakan sedikit kata

Fokus pada penggunaan kata kunci dan poin penting saja.

  • Hip Infographic

Semua suka dengan konten yang informatif juga menarik indra visual, karena keindahan desainnya. Oleh karena itu untuk diperhatikan, dalam membuat Hip Infographic ada beberapa tip yang dapat dipakai, misalnya:

Bereksperimen dengan warna

Permainan warna dapat menarik perhatian dan membuat audiens fokus pada konten yang disampaikan. Gunakan warna cerah pada inti yang ingin disampaikan.

Kreatif dengan penggunaan shape

Penggunaan shape mampu menambah keunikan dan estetika infografik.

  • Flowchart Infographic

Jenis ini terlihat sederhana, tapi bukan berarti bisa dibuat secara asal dan melenceng dari konten.

Buat rancangan dasar pada kertas

Pastikan infografik yang dibuat sesuai dan mudah untuk dipahami.

Perkecil cakupan pertanyaannya

Agar fokus pada konten yang ingin disampaikan mudah tercapai.

  • Image Heavy Infographic

Menempelkan foto dalam infografik memang mudah dan menarik perhatian, namun kesesuaian dengan konten dan tata letak dari foto yang akan ditempel harus diperhatikan.

Gunakan foto berkualitas tinggi

Foto yang buram atau terlalu kecil hanya membuat infografik menjadi tak enak dipandang dan konten yang ingin disampaikan pun menjadi tidak menarik.

Gunakan border

Penggunaan border dapat menambah fokus dari foto tersebut, juga dapat membuat gambar terlihat sebagai kesatuan dari desain infografik.

Simpan gambar dalam bentuk PNG

Ini memudahkan dalam menyimpan infografik dengan kualitas gambar yang tetap baik.

Infografik dapat digunakan sebagai media yang tepat dalam menyampaikan konten yang tidak hanya informatif namun juga unggul dalam segi estetika. Ketepatan dalam membuatnya akan menambah nilai dan efektivitas dari konten yang dibuat.

Practice makes perfect!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *