Ingin Jadi Web Programmer? Pelajari Dasar-Dasarnya Berikut Ini!

April 1, 2016 |
Creative 0 Comment

Di zaman modern yang serba digital dan saling terhubung lewat internet ini, eksistensi seorang web programmer sangatlah penting. Bahkan CEO Gojek-pun memberikan usulan kepada pemerintah agar dasar-dasar coding diajarkan di bangku sekolah karena programmer memiliki peran penting dalam kehidupan di hari ini dan seterusnya; mendirikan bangunan-bangunan virtual untuk menunjang cara hidup manusia modern.

Setelah mengetahui fakta tersebut, banyak orang yang ingin menjadi web programmer namun banyak juga yang baru melihat sekilas saja sudah menyerah karena menganggap pekerjaan coding itu bukan hal yang mudah. Padahal tidak ada yang mustahil dan semua bisa kalau cara belajarnya tepat. Nah bagaimana cara belajar yang tepat? Yaitu kamu harus mempelajari bahasa-bahasa pemrograman dari yang paling dasar. Berikut adalah bahasa pemrograman yang wajib dikuasai oleh seorang web programmer baik itu front end maupun back end.

Bahasa Pemrograman HTML

thumbnail programmer 1

HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa pemrograman yang paling dasar dan menjadi struktur utama dari sebuah website. HTML itu ibarat kanvas kosong bagi seorang pelukis. Jadi kamu harus menguasai bahasa pemrograman HTML terlebih dahulu karena hal ini merupakan langkah yang paling awal. Seorang pelukis tidak akan bisa berkarya jika tidak ada kanvas kosong bukan?

Bahasa Pemrograman CSS

Pekerjaan seorang web developer tidak selesai hanya dengan membuat website apa adanya, namun juga membuat tampilan dari website tersebut semenarik mungkin. Inilah fungsi dari bahasa pemrograman CSS (Cascading Style Sheets). Kalau kembali diibaratkan sebagai pelukis, CSS ini adalah kuas dan cat airnya yang bertugas untuk menari-nari pada kanvas (HTML) dan menciptakan karya.

Bahasa Pemrograman Javascript

thumbnail programmer 2

Bahasa pemrograman yang satu ini lebih rumit dari HTML dan CSS tetapi memiliki peran yang juga tidak kalah penting. Karena Javascript mampu memperindah tampilan sebuah website dan meningkatkan user experience yang mempengaruhi traffic dan performance sebuah website. Sebagai contoh kecil, Javascript bisa menambahkan animasi yang membuat website statis menjadi lebih dinamis.

Bahasa pemrograman PHP

PHP atau Hypertext Preprocessor berfungsi untuk membuat sebuah website menjadi dinamis. Sebagai contoh jika pengunjung website ingin melakukan unggah foto ke website tersebut, dibutuhkan fungsi yang memungkinkan pengunjung melakukan proses unggah foto. Di sinilah Bahasa pemrograman PHP berperan karena HTML dan CSS saja tidak cukup untuk itu.

Jika ingin menambahkan tips-tips, yuk bagikan di kolom komentar! Selamat belajar 🙂

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *