5 Karakteristik Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Seorang Entrepreneur

November 27, 2015 |
Business 0 Comment

“Bagaimana sih caranya menjadi entrepreneur? Bisakah saya menjadi entrepreneur?”

Pertanyaan tersebut mungkin adalah pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh seseorang yang ingin menjadi entrepreneur. Tapi untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses, Anda tidak hanya harus mempelajari teknis-teknis dan strategi-strategi bisnis yang baik, namun Anda juga harus memiliki karakteristik yang kuat untuk menunjang kesuksesan bisnis Anda. Apa saja karakteristik yang dibutuhkan tersebut? Simak poin-poin berikut:

 

Tahan Banting

Faktanya, menjadi entrepreneur dan menjalankan bisnis Anda sendiri sudah pasti Anda akan dihadapkan oleh berbagai macam tantangan. Jadi sangatlah penting bagi seorang entrepreneur untuk memiliki daya tahan banting yang besar dan mampu menghadapi serta mengambil pelajaran dari tantangan tersebut, sehingga Anda mampu bangkit dari sebuah kegagalan dengan bekal yang lebih mantap. Jayson Demers founder dan CEO dari Audience Bloom, mengatakan bahwa seorang entrepreneur akan mengalami masalah finansial yang kompleks, dilema dalam pengambilan keputusan, waktu yang panjang, perubahan yang tiba-tiba, dan prediksi yang seringkali berakhir gagal. Ia juga mengatakan kalau Anda harus selalu ingat semua tantangan tersebut walaupun sulit untuk dihadapi, namun hal tersebut merupakan proses alami dalam menjadi sebuah entrepreneur.

 

Mengetahui kemampuan diri sendiri

Satu hal yang memisahkan entrepreneur sukses dengan yang lainnya adalah mereka memiliki kemampuan untuk menyadari keunggulan dan kelemahan mereka. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Hamira Riaz “Orang yang sukses telah menemukan keunikan dalam diri mereka yang dapat menjadi kekuatan bagi mereka kelak, mereka telah mengidentifikasi kekuatan mereka terlebih dahulu.”

“Ketika Anda mengetahui keunggulan Anda, berarti Anda juga mengerti blind spots Anda, sehingga Anda dapat meminimalisasi resiko dari blind spots tersebut yang menghalangi jalan kesuksesan Anda dengan membangun sebuah tim yang mendukung keunggulan dan menutupi kekurangan Anda.”

 

Passion

Mungkin poin ini merupakan hal yang terpenting yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur. Ya, entrepreneur harus memiliki passion atau hasrat yang menggebu-gebu dalam bidang yang ia jalani. Karena tanpa passion seorang entrepreneur tidak akan mendapatkan ide terbaiknya. Karena ide terbaik tidak akan datang tanpa semangat dan dorongan dari hati, apalagi ketika ide yang di pitch membutuhkan kerja keras, namun budget yang tidak banyak.

Menurut penelitian dari VC dan entrepreneur Tony Tjan, 65% dari business founders telah di identifikasi memliki passion yang besar dalam bidang yang mereka geluti dan didorong oleh semangat dari hati. Penelitian tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki visi otentik dan tujuan yang bulat. Tjan mengatakan bahwa entrepreneurs yang passionate merupakan tipe orang yang diinginkan semua orang untuk menjadi rekannya saat sedang mencari investor.

 

Kepercayaan

Saling percaya adalah faktor yang vital ketika Anda bekerja sebagai seorang pemimpin, terutama dalam konteks tim kecil yang biasanya Anda temukan dalam sebuah start-up. Sebagai contoh, seorang entrepreneur harus mempercayai pemimpin dari timnya sendiri untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, jika tidak, pekerjaan yang dilakukan tidak akan efektif.

Tentu saja semua karyawan, rekan kerja, dan investor juga harus mempercayai Anda sebagai entrepreneur. Anda dapat mempertahankan kepercayaan tersebut dengan memelihara komunikasi yang transparan yang mana akan memfasilitasi produktivitas yang lebih besar dan juga kesadaran akan kolaborasi dalam tim.

 

Kesabaran

Memang kesabaran adalah yang utama, namun realitanya, hal inilah yang paling sulit untuk dipraktikkan. Untuk entrepreneurs, keuntungan dari mempraktikkan kesabaran salah satunya adalah sebuah hubungan yang berkembang yang membuat Anda semakin pintar dalam pengambilan keputusan, sehingga hal tersebut dapat membangun budaya tim yang positif.

“Untuk menjadi sukses, kita membutuhkan kesabaran dalam menjalin hubungan dengan karyawan, negosiasi bisnis, dan komunikasi, juga pencapaian dalam tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya,” sebut psikolog bernama Sherrie Campbell.

 

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *