Pilih-pilih Influencers yang Tepat, Begini Cara Nentuinnya!

October 5, 2017 |
Campaign 0 Comment

Sebagai marketers, memiliki konten yang persuasif biar konsumen tertarik dan menggunakan brand-mu it’s a must! Apalagi di zaman sekarang ini, konsumen lebih skeptis dan lebih banyak pertimbangan untuk mengonsumsi brand tertentu. Pertimbangan konsumen tersebut bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari brand image, hingga brand value.¬†Selain itu kecenderungan konsumen saat ini yang kritis dan reaktif terhadap iklan di berbagai media bisa membuat mereka semakin loyal pada brand atau malah berhenti mengonsumsi dan beralih ke brand lain karena berbagai alasan.

Dari behaviour audiens tersebut, Kamu sebagai marketer harus memutar otak untuk membuat konten yang menarik perhatian konsumen dan menguasai benak mereka, salah satu caranya bisa dengan bekerjasama dengan influencers di media sosial.

Peran influencers sebagai orang yang berpengaruh di media sosial bisa bikin followers-nya setuju dengan opini mereka. Oleh karena itu Kamu harus pinter milih-milih influencers yang tepat untuk brand-mu. Nah, nentuin influencers yang tepat ada tips dan triknya, seperti yang CampaignDay rangkum berikut ini:

1. Relevan dengan Brand
Coba lihat profil influencers secara keseluruhan, jangan cuma menilai dari satu atau dua konten yang Kamu suka aja. Belum tentu influencer yang pernah posting satu artikel resep, paham dan bisa Kamu jadikan partner dalam food and beverages campaign.

Begitu juga dengan online personality yang dimiliki tiap influencer, cari yang sesuai dengan brand voice-mu. Kalau brand voice-mu menunjukkan keberanian, free speech, dan semangat yang menggebu-gebu, tentunya influencer yang kalem dan biasa-biasa aja nggak cocok, dong?

2. Story
Kerja sama dengan influencers aja belum tentu bisa bikin brand awareness Kamu meningkat lho. Butuh cerita yang kuat agar engagement dengan brand-mu meningkat. Yang jelas, hindari kerja sama hanya dengan memberikan produk pada influencer dan berharap mereka yang membuat cerita sendiri.

Pastikan sebelumnya Kamu melakukan brainstorm dengan influencers, menjelaskan cerita dari konten yang bakal Kamu buat, dan impact yang diinginkan sehingga influencer paham dan bisa mengekspresikan sisi kreatifnya.

3. Engagement
Engagement adalah indikator seberapa interaktif seorang influencer dan followers dilihat dari kontennya. Coba deh perhatiin seberapa banyak respon, komentar, dan share di sebagian besar konten. Tingginya level engagement bisa jadi poin plus dalam pertimbanganmu untuk menawarkan kerja sama.

4. Kompetitor
Banyak juga lho, brand yang secara nggak sengaja mengajak kerja sama influencers yang sudah pernah bekerja sama dengan kompetitornya. Mungkin karena kurang riset atau sudah kenal dengan influencer tersebut sebelumnya, tapi harusnya Kamu lebih peka dan memilih influencer yang tidak ada hubungan dengan kompetitormu. Secara image, brand-mu akan terlihat mencontek bila menggunakan influencer yang sebelumnya bekerja sama dengan kompetitor.

5. Kompensasi
Setelah tau siapa influencer yang cocok untuk brand-mu, tentukan kompensasi yang akan Kamu beri. Apa Kamu akan membayarnya per-post? Produk brand-mu gratis? Kode promosi di beberapa merchant? Makin menarik kompensasinya, makin tertarik mereka dengan brand-mu, dan kerja sama yang terbentuk tentunya tidak hanya dari segi bisnis aja.

Harus diinget lagi nih, kalau influencer bisa aja belum pernah denger tentang brand-mu. Itu artinya kamu harus berusaha meyakinkan dan menjelaskan tentang brand-mu dengan detil, atau mereka akan ragu bekerjasama denganmu nantinya.

Bekerjasama dengan influencers untuk membangun brand awareness dan mengomunikasikan brand voice bisa jadi strategi marketing andalanmu. Jadi, pintar-pintar lah memilih influencers!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *