Marketing Lewat WhatsApp, Berani Coba?

October 7, 2017 |
Campaign 0 Comment

WhatsApp, chat app yang selama ini Kamu pake untuk ngobrol sama teman, gebetan, pasangan atau bahkan grup keluarga atau kantor Kamu, nantinya bisa dipake sebagai platform untuk marketing.
Pernah kebayang nggak, sih?

Dengan pengguna aktif yang mencapai 1,2 milyar, WhatsApp memiliki potensi sebagai platform untuk marketing yang bisa kamu maksimalkan. Awalnya mungkin emang agak riskan karena bisa bikin temen-temenmu illfeel, tapi itu semua tergantung gimana Kamu manfaatin celah dan potensi yang ada, dan pastinya rewards yang Kamu dapat juga sebanding deh! Nih, begini cara manfaatinnya:

 

1. Personal Chat

Layaknya chat app lainnya, Kamu bisa chat langsung ke pengguna lain yang ada di kontak ponselmu. Saat menggunakan personal chat untuk marketing-mu, hindari hard-selling berlebihan dan gunakan bahasa yang casual. Pertimbangkan juga waktu yang tepat, Kamu ngga mau WhatsApp marketing-mu malah dianggap mengganggu di jam-jam penting, kan?

 

2. Broadcast List

Saat Kamu memutuskan untuk menggunakan broadcast list, kamu tau kan risikonya? Kebanyakan pasti bakal cuek dengan chat-mu, tapi jangan khawatir, diantara mereka pasti ada yang tertarik dengan chat promosimu. Itu tergantung seberapa efektif bahasa yang Kamu pake di untuk broadcast, sedikit basa-basi boleh asal kamu bisa menyisipkan product knowledge atau informasi brand-mu dengan tepat.

Oh iya, broadcast list dibatasi hanya untuk 256 kontak aja, jadi bijak-bijaklah menargetkan WhatsApp marketing-mu!

 

3. Grup Chat

Grup chat bisa bikin brand-mu punya audiens khusus atau komunitas pengguna yang bisa Kamu beri apresiasi lebih. Dengan membentuk grup chat, mereka bisa mendapat info brand-mu secara detil, dan rutin.

Grup chat juga sarana yang bagus untuk mendengar langsung saran dan keluhan konsumen, mereka juga bisa berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan chat, foto, atau video. Pasti seru deh kalau punya grup chat khusus untuk pengguna brand-mu, proses marketing jadi lebih mudah dan terkoordinasi.

 

Setelah memahami 3 poin di atas, bikin deh brand persona-mu untuk ngobrol langsung dengan pengguna chat app dan bangun awareness. Apalagi kalo target market-mu remaja yang cenderung sering banget menggunakan chat app untuk komunikasi sehari-hari, pasti akan lebih menguntungkan kalo brand-mu bisa ‘masuk’ dalam keseharian mereka.

Emang harus diakuin sih, fitur WhatsApp nggak semeriah Facebook atau LINE, tapi kedepannya pihak WhatsApp bakal merilis fitur yang business-friendly, bahkan berbagai fitur jual beli, dan marketing tools juga bakal dihadirkan. So, be ready to meet the new WhatsApp!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *