5 Tips Optimalisasi Kampanye Bisnis E-commerce

December 14, 2017 |
Campaign 0 Comment

Bagi Kamu yang punya e-commerce sendiri atau punya barang yang dijual di e-commerce, strategi marketing yang spesifik udah jadi kewajiban. Meningkatkan awareness dan engagement dari campaign, membuat target audiens melakukan pembelian di e-commerce-mu, sampai berlangganan newsletter katalog produkmu bisa jadi pekerjaan yang sangat melelahkan kalo Kamu nggak paham gimana cara mengoptimalisasikannya.

Brand harus mengoptimalisasikan campaign di e-commerce sebagai platform jual belinya untuk menjangkau konsumen dan menjaga reputasi. Apalagi campaign yang dijalankan harus mendapatkan return of investment (ROI) sesuai target. Nah, menetapkan langkah yang tepat dan menentukan ROI secara cermat bisa bikin campaign e-commerce-mu lebih efektif, dan tips berikut bisa Kamu coba untuk mewujudkannya.

1. Manfaatkan Social Media Marketing
E-commerce memang platform tersendiri yang digunakan untuk jual beli, memasarkan produkmu dengan berbagai fitur sesuai selera. Baik dari cek stok, online customer service, sampai menyimpan wishlist. Tapi jangan lupa untuk manfaatkan social media marketing untuk lebih mengoptimalkan digital presence brand-mu.

Contohnya di Instagram, Kamu bisa mengunggah konten berisikan foto dan informasi produk, lengkap dengan hashtag yang sesuai, filter yang cocok, dan waktu yang tepat saat merilis konten (saat prime time).

Pada beberapa bulan terakhir, sedang ngetren user-generated photos sebagai cara campaign yang efektif untuk menjaring konsumen baru. Konsepnya para user/ konsumen mengunggah fotonya dengan produk yang disukai. Dengan begitu, konsumen yang masih ragu untuk melakukan pembelian jadi lebih percaya diri untuk menggunakan brand-mu karena melihat orang lain juga menggunakannya.

Pokoknya, jangan lupa untuk membangun followers base dan tingkatkan engagement di media sosial.

2. Kurangi Abandoned Carts
Satu hal yang jadi concern dalam e-commerce adalah banyaknya abandoned carts — barang yang sudah dimasukkan ke dalam keranjang belanja virtual, tapi nggak jadi dibeli atau lupa dicek kembali.

Fenomena ini bahkan mencapai 67,45% dari hasil penjualan, bayangkan aja lebih dari setengahnya nggak jadi beli barang yang udah dimasukkan ke keranjang belanja. Kalo angka tersebut bisa kamu convert sampai transaksi selesai, pasti ROI-mu meningkat.

Salah satu solusi yang bisa Kamu lakukan adalah email recovery campaign untuk mengingatkan atau meyakinkan konsumen untuk melunasi pembelian. Kamu bisa bikin template email-mu sendiri atau membangun template dari MailChimp untuk bikin konsumenmu balik lagi ke cart-nya dan menyelesaikan transaksi pembelian.

3. Manfaatkan Email Subscribers
Dalam marketing e-commerce, email adalah salah satu channel online marketing terpenting. Salah satu fungsinya adalah sebagai pengingat konsumen atas abandoned carts yang terlupakan seperti yang udah dibahas di poin sebelumnya, dan fungsi terpentingnya adalah meningkatkan traffic ke e-commerce-mu, bahkan mampu mengalahkan sales dari social media marketing.

Pahami kebiasaan konsumen yang rajin membuka email-nya, lalu manfaatkan untuk memberikan informasi tentang harga promo, penawaran produk baru, atau akses khusus untuk produk tertentu yang akan kamu rilis.

Apapun bentuk email yang Kamu kirimkan ke para subscribers-mu, pastikan tone-nya sangat personal untuk membangun brand personality yang ramah pada konsumen.

4. Perbanyak Product Reviews
Product reviews atau ulasan produk dari suatu brand itu penting lho! Bahkan menurut majalah online Internet Retailer, Kamu bisa meningkatkan conversion rate pembelian sebanyak 14-76% dengan menambahkan product reviews section di halaman e-commerce-mu.

Ada dua pertimbangan penting untuk memajang ulasan produk, yang pertama adalah social proof, yang berarti bukti sosial dalam bentuk testimoni orang-orang tentang produk yang ingin Kamu beli, dan kedua, ulasan produk dari konsumen mampu meningkatkan SEO konten. Makin banyak ulasan produkmu, makin tinggi pula kesempatan untuk tampil di halaman utama dalam hasil pencarian online.

5. Engage dengan Visitors
Ajak visitors yang datang ke e-commerce-mu untuk memahami bisnismu lebih lanjut. Kasih tau mereka kalo e-commerce-mu punya newsletter atau profil media sosial yang bisa mereka follow. Lebih bagus lagi kalo ada blog yang rutin di-update untuk terhubung dengan fans dan meningkatkan rank SEO.

Selain memajang produk yang dipasarkan, jangan lupa informasikan promo spesial pada pengunjung ya. Siapa sih yang nggak suka promo?

Nah, dengan beberapa tips di atas, semoga fokus brand-mu dalam memasarkan produk di e-commerce bisa mendatangkan lebih banyak traffic dan meningkatkan ROI. Good luck!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *