5 Metriks untuk Mengukur Efektifitas Content Marketing Campaign

October 1, 2017 |
Campaign 0 Comment

Bagi beberapa digital marketer, mungkin masih bingung untuk mengukur seberapa efektifnya content marketing yang udah dijalanin. Sebenernya, ada banyak banget faktor yang mempengaruhi seberapa efektifnya content marketing campaign — dari audiens, tone, perhatian pada detil, kompetitor, bahkan metode promosi yang dilakukan — pokoknya banyak banget deh. Lalu, gimana caranya mastiin kalo content marketing campaign yang dijalankan udah efektif? Well, dari banyaknya metriks pengukuran, ada 5 metriks yang paling efektif untuk mengukur content marketing campaign, check this out!

 

1. Organic Search Traffic

Berbeda dengan direct traffic yang berasal dari bookmarks, favorites, history browser, atau sumber url yang langsung menuju website yang dituju, organic search traffic umumnya mengacu pada traffic dari search engine. Organic search traffic juga bisa berasal dari paid search engine placement (mesin telusur berbayar) atau iklan berbayar.

Seperti yang Kamu tau kalo content berperan penting dalam site ranks yang muncul di search engines; memproduksi konten berkualitas mampu meningkatkan organic search traffic. Memproduksi content yang ditargetkan pada audiens tertentu juga meningkatkan organic search traffic untuk keyword yang lebih spesifik.

Kalo content yang Kamu buat mampu meningkatkan search rankings di search engine, pasti content marketing-mu sangat efektif!

 

2. Social Traffic

Kamu bisa lho, menggunakan social traffic sebagai cara untuk mengukur dua bagian content marketing campaign-mu; pertama, evaluasi seberapa efektifnya konten yang ada di platform. Contohnya, Kalo Kamu nggak melihat ada traffic meningkat, bisa jadi karena Kamu kurang banyak dalam jumlah posting, atau post yang Kamu buat kurang menarik.

Kedua, Kamu bisa menentukan seberapa efektif konten yang terkumpul apakah menambah traffic untuk website-mu atau tidak. Kalo kurang, itu berarti Kamu harus mengangkat topik yang lebih baik atau menulis judul yang lebih mencuri perhatian banyak orang.

 

3. Direct Traffic

Direct traffic adalah sumber potensi yang mampu meningkatkan nilai keefektifan content marketing campaign-mu. Beberapa sumber direct traffic adalah:

– Menulis website langsung di kolom url.
– Mengklik tautan dari email.
– Mengklik tautan dari software chat.
– Mengklik tautan dari url singkat (contohnya bit.ly).
– Mengklik tautan dari social media mobile apps seperti Facebook, Twitter, atau LinkedIn.

Direct traffic selain bisa mengukur keefektifan content marketing campaign, juga bisa dijadikan indikator untuk brand awareness. Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk membangun direct traffic yang banyak, tidak seperti metriks lain yang cenderung cepat.

 

4. Search Ranking

Selain konten yang berkualitas, Kamu juga harus punya kata kunci yang benar-benar mewakili campaign-mu. Yaa, meskipun Google nggak punya patokan khusus untuk menentukan keyword yang cocok, tapi Kamu bisa kok menulis keyword dan melakukan tes lewat AgencyAnalytics, AuthorityLabs, atau tools lain untuk mengetahui seberapa search-able kata kunci yang Kamu tentukan di campaign-mu.

Makin kuat kata kunci yang Kamu tentukan, makin efektif deh content marketing campaign yang Kamu jalani. Makanya, yuk mulai kumpulin kata kunci sebanyak-banyaknya untuk referensi dan klasifikasikan ke tiap segmen yang Kamu rasa sesuai.

 

5. Bounce Rate

Bounce rate yang bisa dilihat berdasarkan behavior/ site content/ all pages, adalah persentase dari audiens yang meninggalkan page setelah mengunjungi halaman pertamanya. Contohnya, kalo 100 orang mengunjungi satu blog post-mu (dari sumber manapun), dan 30 diantaranya meninggalkan blogmu lalu 70 audiens tetap menelusuri halaman-halaman lain, Kamu memiliki 30% bounce rate.

Sebenernya, gimana cara Kamu menjaga bounce rate makin kecil, bisa jadi patokan seberapa efektif content marketing campaign. Itu artinya audiens tetap ada di situsmu lebih lama dan menelusuri konten-konten lain yang sudah Kamu buat. Perlu diperhatikan kalo bounce rate juga berlaku untuk tiap posting, makanya pantau terus biar bounce rate ngga makin naik, ya!

 

Nah, dari kelima metriks di atas, semoga bisa kamu pelajari lebih jauh untuk meningkatkan kefektifikan content marketing campaign yang kamu jalani. Kalo ada yang ingin Kamu tanyakan lebih jauh, komen aja di bawah! Good luck!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *