Meme Marketing, Tren Nyeleneh Iklan Digital.

July 17, 2017 |
Business 0 Comment

“Meme”, istilah ini bermula dari ujaran Richard Dawkins di tahun 1976 yang berarti kumpulan/ paket budaya. Sejak beberapa tahun terakhir, dikenal istilah Meme marketing karena banyaknya strategi pemasaran yang menggunakan meme yang merepresentasikan image brand.

(Meme Marketing, salah satu strategi marketing yang banyak digunakan dalam beberapa tahun terakhir)

(Meme Marketing, salah satu strategi marketing yang banyak digunakan dalam beberapa tahun terakhir).

Jauh sebelum era meme marketing, batasan meme adalah gaya, konsep, dan perilaku yang bisa menyebar ke budaya lain dari titik asalnya.

Setelah sekarang kita memiliki akses internet, kita mendapati berbagai jenis meme di dunia digital. Dari social meme, macro image, creepypasta, dan masih banyak lagi lainnya. Di tulisan kali ini saya akan membahas sedikit tentang meme marketing atau iklan yang menggunakan meme untuk menaikkan brand awareness.

Sebuah ‘meme’ tidak harus lucu, provokatif, atau bahkan masuk akal. Sebagian besar meme yang sukses dikenal masuk ke dalam satu dari tiga kategori, yaitu hal yang tidak lucu namun ‘aneh’, hal-hal menyedihkan yang relate dengan orang-orang, dan representasi gambar yang menunjukkan bahwa manusia adalah ‘kanker’ atau tidak penting di muka bumi.

3 hal itu diperlukan untuk menjadikan meme viral. Viral sendiri adalah penggambaran bagaimana sesuatu (seperti meme) menyebar secara online. Banyak pula brand yang mengimplementasikan strategi viral marketing menggunakan meme dalam bentuk video, poster, ataupun tulisan.

Brand yang menggunakan meme marketing bisa saja menjangkau target yang spesifik dan luas karena unsur viral yang menempel pada meme. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua meme bisa viral dan memiliki image yang kuat.

Beberapa meme yang viral memiliki identitas yang sangat kuat karena memiliki ‘nama’, seperti (Bad Luck Brian, Overly Attached Girlfriend, dan lain-lain) yang memiliki positioning jelas untuk para penikmatnya. 

Membuat konten yang relate dengan target audiens memang tergolong mudah. namun brand tidak bisa semerta-merta ingin ‘membuat’ meme karena meme sendiri tidak bisa ditebak dari mana munculnya. Hal paling mudah bila ingin menggunakan meme marketing adalah ‘menumpang’ meme yang sedang trend, seperti beberapa brand yang ikut membuat manekin challenge dan harlem shake.

Namun ada juga brand yang sukses membuat kontennya menjadi meme sekaligus memperkuat imagenya hingga memiliki penikmatnya sendiri. 

indoeskrim-nusantara-youtube

(salah satu scene iklan Indoeskrim yang viral, disutradarai oleh Dimas Djay)

Sebut saja Iklan dari Indoeskrim garapan Dimas Djayadiningrat (meskipun sempat dikira sebagai iklan Malaysia) yang baru-baru ini viral diperbincangkan hampir semua portal berita karena keunikannya. Tidak lupa pula iklan Mastin ekstrak kulit manggis yang sempat ngetren beberapa tahun lalu karena memiliki gaya iklan nyeleneh dan tagline kelewat catchy.

hqdefault

(Iklan Mastin ekstrak kulit manggis yang viral pada tahun 2014)

Meme sudah menemukan sweet spot-nya sendiri di ranah periklanan. Brand besar, pengiklan, bahkan start-ups bisa menggunakan meme dalam campaign iklannya untuk menaikkan awareness. Namun hati-hatilah, tanpa riset yang cukup dan observasi yang tepat, bisa jadi anda malah jadi olok-olok di ranah digital.

viral-marketing-how-meme-culture-is-making-sales

Jadikan marketing anda efektif dengan menggunakan strategi yang pas, jangan hanya ikut hal-hal yang sedang banyak diperbincangkan saja.

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *