Marketing to Millenials, Konsumen Kunci Bagi Para Online Marketers

September 4, 2017 |
Business 0 Comment

Dari 255 juta penduduk yang tercatat di Indonesia, terdapat 81 juta millenials (generasi yang usianya berkisar 17-37 tahun). Angka tersebut sangatlah besar dan dapat membuka kesempatan untuk online marketers melakukan penetrasi digital lebih dalam dan luas bila ditargetkan dengan benar.

 

Kemampuan millenials untuk mengonsumsi konten digital hampir tidak terbatas, dari penggunaan media sosial, self-branding di blog atau website pribadi, hingga pemanfaatan teknologi digital lain yang tidak dikuasai oleh generasi-generasi sebelumnya.

 

Persona millenials dalam dunia digital juga dapat digambarkan dengan beberapa poin, yaitu digital windows shoppers, digital socialites, emerging technocracy, dan dynamic media junkies adalah beberapa persona millenials sesuai penelitian USC. Semua poin tersebut menunjukkan bahwa millenials sangat memahami dan menguasai berbagai aspek dunia digital, salah satunya branding.

 

Dengan menyadari pentingnya engagement yang otentik, penetrasi iklan konvensional atau yang biasa disebut hard-selling kini mulai ditinggalkan berbagai brands. Brands menyadari bahwa kini millenials sebagai konsumen memiliki banyak pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan atau membeli suatu barang.

 

Lalu, selain meninggalkan konsep hard-selling, hal apa lagi yang perlu dilakukan online marketers untuk menggaet millenials? Berikut adalah beberapa poin yang bisa dipraktikkan.

 

1. Mobile First

Bagi Kamu yang sudah berpengalaman di dunia online marketing pasti tahu istilah mobile first. Optimalisasi penggunaan smartphone adalah langkah utama dalam marketing yang efektif, karena millenials adalah generasi yang paling banyak menggunakan smartphone.

 

2. Social Media Presence

Hadir dan update-nya brand di media sosial adalah salah satu pertimbangan penting bagi millenials untuk melakukan purchase, karena brand engagement terbukti membuat banyak konsumen menjadi loyal dengan mengonsumsi konten dari brand yang mereka suka.

 

3. Otentik

Millenials sering membagikan iklan yang menurut mereka bagus ke profil media sosialnya (pernah melihat iklan yang dishare di beranda Facebook atau Twitter? Begitulah praktiknya), namun millenials juga tahu bahwa iklan yang terlihat dibuat-buat bukanlah selera mereka. Maka dari itu online marketers dituntut untuk membuat konten atau iklan yang otentik demi memikat hati millenials.

 

4. Informasi dari Blog

Satu dari tiga millenials akan mencari ulasan atau bahasan tentang brand yang memikatnya sebelum akhirnya melakukan purchase, biasanya lewat blog influencer favorit mereka atau langganan newsletter dari blog yang memberikan update tentang campaign dari brand yang mereka follow. TV dan media tradisional memiliki impact yang tidak terlalu besar bagi mereka.

 

Generasi millenials yang cenderung tech-savvy menjadi peluang online marketers untuk melakukan penetrasi digital. Jika peluang sudah ada, tinggal bagaimana para online marketers menyusun strategi dan implementasi yang tepat.

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *