Jasa Titip, Tren Media Sosial yang Menguntungkan Banyak Pihak

August 9, 2017 |
Business 0 Comment

Personal shopper. Wih, keren ya namanya. Istilah tersebut diberikan kepada tukang belanja profesional alias yang dibayar untuk belanja. Enak ya? Kalau dulu, titel personal shopper dibebatkan kepada mereka yang siap membelikan beragam produk untuk kliennya. Bisa saja sang klien tidak bisa belanja sendiri karena keterbatasan waktu, lokasi yang terlalu jauh, atau kurang percaya pada penilaian diri sendiri sehingga lebih memilih orang lain yang berbelanja untuknya.

Nah, sejalan dengan perkembangan dunia digital, kini personal shopper memiliki perubahan istilah. Pernah dengar “jasa titip”? Istilah ini diberikan bagi mereka yang menawarkan jasa belanja dari tempat asalnya. Contohnya, mereka yang di Jakarta akan membelikan baju dari butik-butik yang hanya ada di Jakarta untuk mereka yang menetap di luar kota. Hal ini jelas bisa berkembang berkat media sosial.

Kini, Anda bisa dengan mudah meminta orang lain untuk membelikan barang yang sudah Anda idam-idamkan di kota atau pun negara lain. Ada juga model penawar jasa titip yang baru melakukan bisnis ini saat Ia tengah jalan-jalan ke luar negeri. Banyak banget barang yang tidak tersedia di Indonesia, atau, ya ada sih, tapi barangnya jauh lebih murah kalau beli langsung di negara asal. Mereka bisa sekalian beli deh saat sedang jalan-jalan dan mencari cindera mata. Gampangnya, personal shopper plus terima titip oleh-oleh.

Karena kemudahan yang ditawarkannya, bisnis jasa titip bisa merebak di tengah-tengah bisnis online shop di media sosial. Jasa titip ini digemari baik oleh penawar mau pun penikmat jasa karena keefektifannya. Bayangin, biasanya para penjual barang dari luar negeri bisa menaikkan harga dagangannya sampai 2 kali lipat dikarenakan pajak bea cukai. Misalkan harga asli barangnya US$20, ketika sampai Indonesia, bisa jadi Rp 400,000. Nah, sedangkan jasa titip bisa lebih murah karena barang belanjaan bisa dinilai sebagai barang pribadi ketimbang barang komersil. Untuk si penawar jasa juga untung, mumpung sekali jalan, bisa cuci-cuci mata, dapat untung pula.

So, how does it work? Bagaimana caranya menawarkan jasa ini? Pertama, jelas, bikin akun media sosial. Media sosial yang umum dipakai adalah Instagram, karena Anda bisa dengan mudah showcasing barang-barang apa yang bisa Anda tawarkan. Ya, yang bisa. Karena dalam bisnis ini, tidak ada batasan untuk barang apa yang bisa Anda belikan. Pemasaran lewat Instagram juga boleh jadi lebih efektif karena fitur pencariannya bisa mengoptimalkan fungsi hashtag.

Kedua, tentukan aturan main. Dari mulai sistem pembayaran, sampai untung yang Anda peroleh, semua harus jelas. Karena sistemnya yang mirip online shop, sistem win-win dengan penggunaan down payment alias DP sepertinya yang paling pas untuk digunakan. Soal harga, biasanya dipatok fee sebesar kurang lebih Rp 10.000 atau 10% dari harga barang, semuanya terserah Anda, namun jangan sampai Anda kehilangan bisnis karena mematok harga yang terlalu mahal.

Terakhir, tentukan barang apa yang akan Anda tawarkan dan bagaimana Anda akan berbelanja. Gampang, kan? Kalau sudah terencanakan semua, tinggal mainkan media sosial Anda dan berkomunikasi dengan konsumer secara maya. Pakai gambar yang menarik dan caption yang jelas agar kredibilitas jasa Anda terjaga, dan pastinya jaga kepercayaan klien. Jangan lupa juga upload testimoni dari klien yang sudah berhasil mendapat barang idamannya berkat jasa Anda, and that’s about it!

Ya, pada dasarnya semua orang yang mempunyai waktu luang (serta uang yang bisa dikeluarkan apabila Anda harus menalangi belanjaan terlebih dahulu) bisa melakukan bisnis ini. Ditambah dengan pemasaran yang cukup mudah dan minim biaya via media sosial, bisnis jasa titip ini patut dilirik. Gimana, tertarik mencoba?

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *