Alokasikan Dana untuk Pemasaran Digital, Jangan Sembrono!

September 8, 2017 |
Business 0 Comment

Tiap perusahaan yang memanfaatkan pemasaran digital untuk brand-nya tentu memiliki kebijakan yang berbeda-beda mengenai alokasi dana yang harus dikeluarkan. Untuk brand konvensional mungkin masih tidak terlalu fokus di pemasaran digital, namuan untuk brand yang terhitung progresif dan ingin memperluas jangkauan pasarnya di dunia digital, maka pemasaran digital menjadi prioritas utama.

Tidak seperti pemasaran di media konvensional yang memiliki keterbatasan jenis media, pemasaran digital dapat dijumpai dalam berbagai jenis media yang lebih beragam dan masih akan terus berkembang seiring majunya teknologi digital. Hal itu tentu berdampak pada pertambahan peluang dan platform yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pemasaran.

Gimana sih, caranya mengalokasikan dana untuk pemasaran digital yang baik dan benar?

 

Well, tentunya hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah alokasi budget pada beberapa platform mengiklan yang tersedia, kemudian tentukan penggunaan marketing channel yang ada sesuai kebutuhan. Ada banyak channel yang bisa brand-mu pertimbangkan:

1. Content Marketing
2. Social Media Marketing
3. E-mail Marketing
4. Paid search
5. Optimalisasi website/ conversion rate optimization
6. Mobile marketing
7. Online public relations

Dari pilihan channel marketing di atas, lakukan analisis mengenai channel mana yang dapat memberikan impact positif yang maksimal dan impact negatif yang minimal terhadap goals-mu. Inget ya, pastikan analisis yang Kamu lakukan berdasarkan data-data yang valid dan akurat seperti mempelajari berbagai lanskap digital marketing dalam proses pemasaran digital melalui media sosial, e-commerce, optimalisasi website, dan lainnya. Tujuannya nggak lain agar dana yang Kamu gunakan terpakai secara efektif dan efisien.

Setelah menentukan channel marketing yang sesuai, kini saatnya Kamu memperhitungkan dana yang akan Kamu gunakan untuk membiayai pemasaran digital.

Nah, untuk mempermudah alokasi budget untuk pemasaran digital-mu, coba praktikkan ’70/20/10 rule’

1. 70% dari budget, alokasikan untuk marketing campaign yang efektif dan sudah terbukti sebelumnya.

2. 20% dari budget, gunakan untuk kepentingan eksperimental, namun tetap pahami potensi dan risikonya. Jangan sampai bereksperimen sia-sia.

3. 10% dari budget, gunakan untuk ide marketing-mu yang cenderung out of the box, gila, dan yang belum pernah kamu coba.

Tahun lalu, media sosial memiliki peluang investasi untuk mengiklan terbesar meskipun alokasinya hanya 15% dari keseluruhan budget pemasaran digital.

Kalau Kamu menargetkan millenials dan menginvestasikan pemasaran digital-mu di iklan popup pada website, tentunya nggak akan efektif karena target audiensmu kebanyakan memasang ad blockers. Intinya sih, Kamu perlu tahu tentang konsumenmu, bagaimana behavior-nya, dan minatnya. Kamu juga harus sangat jelas dalam menggali informasi dari demografis dan jenis kelamin.

Tiap brand memiliki keunikan dan goals-nya tersendiri, jika Kamu sudah memahami poin paling penting yang dimiliki brand-mu, maka pengimplementasian strategi pemasaran digital yang Kamu inginkan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien tanpa menghabiskan banyak budget. Good luck, ya!

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *